Membuat Blog

20 Cara Optimasi On-Page SEO yang Perlu Anda Pahami dan Lakukan

Berbicara tentang search engine optimization (SEO), ada dua pengoptimalan yang dilakukan. Pertama, pengoptimalan di dalam situs web (On-Page SEO). Yang kedua adalah pengoptimalan di luar situs web (Off-Page SEO) atau biasa dikenal sebagai link building.

Terkait On-Page SEO, ternyata masih banyak pelaku bisnis online yang belum memahaminya. Sebagai contoh, ketika saya mengajar SEO di sebuah startup di Makassar pada awal 2017 lalu, hampir semua peserta belum paham On-Page SEO. Hal yang sama terjadi ketika saya mengajar SEO beberapa bulan kemudian kepada dua orang teman saya.

Apakah Anda seperti mereka juga? Jangan khawatir.

Di artikel ini saya akan memaparkan apa saja yang perlu dilakukan untuk On-Page SEO. Lengkap dengan beragam contoh yang saya ambil dari artikel Folder Tekno tentang kamera DSLR terbaik. Plus, beberapa contoh dari blog ini.

Sekadar informasi saja, artikel Folder Tekno itu dipublikasikan pada 24 Februari 2017. Artikel tersebut sudah masuk halaman pertama Google sejak 13 Mei 2017 dengan hanya 5 backlink. Dan berada di Top 3 Google meskipun ada perubahan besar algoritma Google pada 1 Agustus 2018 lalu.

Masih di halaman 1 Google

Anyway, Anda siap belajar On-Page SEO? Berikut ini 20 cara optimasi On-Page SEO yang perlu Anda pahami dan lakukan di blog Anda.

1. Publikasikan Artikel Berkualitas Tinggi

Jika Anda ingin masuk ke halaman 1 Google, terlebih untuk kata kunci yang persaingannya ketat seperti cara menurunkan berat badan, Anda wajib memublikasikan artikel berkualitas tinggi. Entah itu Anda tulis sendiri atau hasil penulis lepas yang Anda rekrut.

Ada beragam teknik menulis artikel berkualitas tinggi. Salah satunya yang tidak akan lekang oleh waktu adalah Teknik Pencakar Langit. Teknik yang diperkenalkan oleh IDBlogging ini adalah membuat artikel yang 5-10 kali lebih baik daripada artikel para kompetitor.

Analoginya, kalau Anda ingin membuat gedung tertinggi di dunia, Anda harus mengalahkan gedung Burj Khalifa di Dubai yang tingginya mencapai 828 meter.

Analogi Teknik Pencakar Langit
Sumber: Dailymail.co.uk

Bagaimana Cara Menerapkan Teknik Pencakar Langit?

Saat saya memulai Folder Tekno, ada dua tipe artikel yang dipublikasikan di blog tersebut. Tipe pertama adalah artikel-artikel yang menargetkan kata kunci, dan tipe artikel kedua adalah artikel-artikel pendukung.

Untuk artikel pendukung, panjangnya adalah 1.000 kata. Sebaliknya, artikel yang membidik kata kunci target lebih dari 2.000 kata. Saya menerapkan Teknik Pencakar Langit dalam membuat artikel dengan panjang lebih dari 2.000 kata tersebut.

Oleh karena itu, ketika saya akan menulis artikel tentang kamera DSLR terbaik, saya lihat para pesaing saya yang ada di halaman 1 Google. Saya amati bagaimana kualitas artikel tersebut mulai dari keterbacaan hingga panjang kata. Terkait panjang artikel, dalam pengamatan saya artikel mereka rata-rata 1.000 kata.

Dari analisis ini, saya optimistis bisa membuat artikel yang 5 kali lebih baik dari mereka. Jadi, yang saya lakukan adalah:

  • Saya mencari kamera DSLR terbaik versi bahasa Inggris dari minimal 3 website terpercaya
  • Saya buat tabel terbaik versi masing-masing website
  • Lalu, saya buat 10 kamera DSLR terbaik versi saya sendiri
  • Saya mencari deskripsi masing-masing kamera DSLR tersebut di Lazada dan Amazon
  • Saya mengira-ngira apa yang orang-orang ingin tahu ketika pertama kali membeli kamera DSLR. Kebetulan saya pernah mengalami hal tersebut. Jadi saya perkirakan bahwa yang diinginkan pembeli kamera DSLR pemula adalah:
    • Perbandingan fitur dan harga kamera DSLR
    • Hal-hal apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam memilih kamera DSLR

Dengan berbekal hasil riset referensi di atas, saya membuat kerangka (garis besar) artikel yang akan saya tulis, yaitu:

  • Pendahuluan (50-150 kata)
  • Tabel Perbandingan Kamera DSLR
  • Ulasan Kamera DSLR (1.500 kata)
  • Panduan Memilih Kamera DSLR (500 kata)
  • Penutup (50 kata)

Saya lantas menulis draft artikel tersebut. Setelah itu saya mengeditnya dan memublikasikannya di Folder Tekno.

Contoh panjang artikel

2. Tempatkan Kata Kunci di Judul

Judul artikel Anda merupakan faktor terpenting dalam optimasi On-Page SEO. Pertanyaannya, di mana kata kunci harus ditempatkan? Di awal, di tengah, atau di akhir?

Secara umum, posisi kata kunci di awal mendapat bobot lebih dari mesin pencari. Sayangnya, penempatan ini agak susah kalau artikel berjenis daftar (list article) karena ada angka yang mengawali judul. Ini contohnya:

Contoh optimasi On-Page SEO di judul dan URL

Tentu saja,  Anda tidak selalu harus memulai judul dengan kata kunci target Anda. Namun, jika memungkinkan untuk menempatkannya di awal judul, lakukan!

3. Gunakan URL yang Ramah SEO

Google telah menyatakan bahwa 3-5 kalimat pertama di suatu URL diberi bobot lebih. Dan studi faktor pemeringkatan yang dilakukan Brian Dean dari Backlinko menunjukkan  bahwa URL pendek menempati posisi yang baik di hasil penelusuran mesin pencari.

Oleh karena itu, buatlah URL yang pendek agar ramah SEO. Dan tentu saja, tempatkan kata kunci target di URL tersebut.

Dengan kata lain, hindari URL jelek (misalnya hermanyudiono.com/p=123) atau URL panjang seperti hermanyudiono.com/6/8/18/cat=SEO/on-page-seo-adalah-sebuah-optimasi-terbaik.

Bagaimana caranya membuat URL pendek? Gampang, yaitu Anda tinggal mengedit URL yang tersimpan otomatis sebelum memublikasikan artikel.

Contoh mengedit URL post

Oh ya, jika Anda akan atau baru saja membuat blog berbasis WordPress, ubah permalink bawaan menjadi URL yang sederhana. Lihat tahap demi tahapnya di artikel tentang cara mengubah  permalink di WordPress.

4. Tempatkan Kata Kunci Target di 100-150 Kata Pertama

Kata kunci target Anda mesti ada di 100-150 kata pertama artikel Anda (di Pendahuluan). Mengapa? Karena membantu Google memahami apa yang dibahas artikel Anda.

Contohnya:

Contoh kata kunci target di pendahuluan

Tentu saja, penempatan kata kunci tersebut harus secara natural. Jangan sampai dipaksakan sehingga mengganggu kenyamanan pembaca.

5. Jadikan Pembahasan Sebagai H2

Artikel itu terbagi menjadi 4 bagian, yaitu judul, pendahuluan, bodi, dan penutup. Nah, di bodi artikel, tentu saja ada yang dibahas alias pembahasan kan?

Oleh karena itu, jadikan setiap pembahasan sebagai Heading 2 (H2). Mengapa? Supaya mempermudah pembaca dan mesin pencari memahami isi artikel Anda.

Idealnya, pembahasan H2 tersebut mengandung kata kunci yang Anda bidik. Contohnya:

Contoh Heading 2 di WordPress

Bagaimana kalau ada sub dari pembahasan? Saya membuat H3 untuk bagian subpembahasan tersebut. Contohnya berikut ini.

Contoh Heading 3

6. Tambahkan Multimedia

Seperti yang Anda ketahui, artikel itu berupa teks. Secara alami orang cepat bosan kalau melihat teks. Oleh karena itu, “percantik” artikel Anda dengan gambar, video, tabel atau diagram yang menarik.

Contoh gambar:

Contoh gambar

Contoh tabel:

Contoh tabel

Hal ini penting karena multimedia tersebut dapat menurunkan bounce rate dan meningkatkan waktu kunjungan (time on site). Bounce rate dan time on site merupakan dua faktor penting dalam interaksi pengunjung.

Berapa banyak gambar yang harus ditambahkan? Bergantung pada selera masing-masing dan jenis artikel.

Misalnya, kalau artikel berjenis daftar dan panjangnya 1.000 kata, standar saya adalah dua buah gambar. Satu di Pendahuluan, dan satu di Bodi artikel.

Lain halnya kalau jenis artikelnya tutorial. Misalnya saja pada artikel cara menginstal WordPress di hosting, saya menambahkan 10 gambar. Tujuannya agar pembaca memahami isi artikel tersebut dengan mudah.

7. Gunakan Bullet Points atau Numbering

Mungkin saja di pembahasan artikel Anda ada instruksi pendek atau suatu informasi sebanyak 2 buah atau lebih. Oleh karena itu, rinci informasi tersebut dalam bullet points atau nomor.

Mengapa? Lagi-lagi, untuk menambah kenyamanan pembaca dalam memahami informasi tersebut. Contoh bullet points:

Contoh bullet points

8. Buat Internal Links

Internal links adalah tautan-tautan yang mengarah ke artikel-artikel Anda sebelumnya. Dari sisi manusia, internal link ini bagus karena memberi informasi relevan ke artikel Anda yang lain. Begitu juga dari sisi SEO.

Oleh karena itu, buat internal link di setiap artikel Anda. Berapa banyak internal link yang harus dibuat? Buat 2-5 internal link ketika Anda memublikasikan artikel baru. Contoh internal link:

Contoh internal links

Bagaimana kalau blog Anda masih baru dan belum banyak artikelnya?

Tetap buat 2-5 internal link di kemudian hari dengan memperbaharui artikel-artikel Anda yang telah dipublikasikan. Misalnya saja, internal link dari artikel lama ke artikel terbaru Anda yang relevan atau sebaliknya.

9. Buat External Links

Berbeda dengan internal links, external links (outbound links) adalah tautan-tautan yang mengarah ke website lain. Ini bagus untuk optimasi On-Page SEO karena menunjukkan kepada Google dan pengunjung Anda bahwa artikel Anda memberi referensi relevan.

Atas manfaat-manfaat tersebut, buat minimal 1 eksternal link di artikel yang Anda optimasi. Usahakan eksternal link ini ke website atau blog relevan dan Anda percayai dengan anchor text brand atau umum. Misalnya ke situs surat kabar, Wikipedia, blog otoritas, jurnal penelitian, dan sebagainya.

Dan ingat, external link itu jangan ke website atau blog kompetitor Anda. Mengapa? Karena kompetitor Anda mendapatkan backlink gratis dari Anda, padahal Anda sedang mengoptimasi kata kunci tersebut.

Contoh external link:

Contoh external links

Apakah external link tersebut dofollow atau nofollow? Secara pribadi, saya memberi dofollow untuk eksternal link. Kecuali external link itu merupakan URL afiliasi.

10. Perbaiki Readibility

Readibility atau keterbacaan adalah kemudahan pengunjung membaca dan memahami artikel Anda. Banyak cara mengukur keterbacaan, namun yang mudah digunakan adalah Yoast SEO. Contohnya berikut ini.

Contoh readibility artikel

Oleh karena itu, perbaiki keterbacaan artikel Anda. Untuk blog bahasa Indonesia, upayakan keterbacaannya OK. Pasalnya, dalam pengalaman saya, sulit mencapai keterbacaan Good di artikel bahasa Indonesia. Kalau artikel bahasa Inggris, saya selalu menargetkan keterbacaan Good.

Apa yang memengaruhi keterbacaan di Yoast SEO? Ada berbagai faktor, di antaranya:

  • Panjang kalimat (maksimal 20 kata per kalimat)
  • Panjang pembahasan (maksimal 300 kata per pembahasan)
  • Tiga kata yang sama di awal kalimat secara berturut-turut

Kabar baiknya, saya sudah membuat artikel tentang cara memperbaiki keterbacaan di Yoast SEO. Silakan Anda baca Cara Memperbaiki Readibility Artikel di Plugin Yoast SEO.

11. Buat Judul dan Meta Deskripsi yang Mengundang Klik

Percuma artikel Anda ada di halaman pertama Google jika tidak ada orang yang mengkliknya. Oleh karena itu, Anda perlu membuat judul dan meta deskripsi yang mengundang klik.

Caranya mudah, yaitu dengan menggunakan plugin SEO seperti Yoast SEO dan All in One SEO Pack. Secara pribadi, dulu saya menggunakan plugin All in One SEO Pack di semua blog saya. Namun, saya sudah mengganti semuanya dengan Yoast SEO karena plugin ini lebih bagus dan enak digunakan.

Contoh judul dan meta deskripsi di Yoast SEO:

Contoh judul dan meta deskripsi di Yoast SEO

Judul dan meta deskripsi yang Anda buat jangan terlalu panjang karena akan terpotong di halaman pencarian Google. Untuk judul, panjangnya adalah maksimal 63 karakter, sedangkan untuk meta deskripksi maksimal 132 karakter.

Saya selalu membuat judul dan meta deskripsi suatu artikel di MS Word. Kemudian masing-masing saya cek panjangnya dengan mengklik fitur Word count yang ada di kiri bawah MS Word.

Terlepas dari itu, bagaimana caranya membuat judul dan meta deskripsi yang mengundang klik? Kuncinya adalah yang membuat orang penasaran. Bisa dengan menambahkan modifier seperti:

  • Tahun (misalnya 2018)
  • Panduan
  • Terbaik
  • Ulasan
  • Rekomendasi

12. Tingkatkan Kecepatan Blog

Google telah menyatakan pada 9 April 2010 lalu bahwa kecepatan website adalah salah satu sinyal ranking di halaman penelusurannya. Jadi, tingkatkan kecepatan blog Anda, dan pastikan blog Anda tidak melebihi 4 detik saat diakses.

Pasalnya, MunchWeb menemukan bahwa 75% pengunjung tidak akan kembali ke suatu website yang kecepatannya lebih dari 4 detik.

Bagaimana cara mengetahui kecepatan suatu blog? Gampang! Anda bisa menggunakan GTMetrix.com. Di bawah ini contohnya.

Contoh hasil GTMetrix

Jika blog Anda masih lambat, Anda bisa mencoba melakukan hal-hal berikut:

  • Gunakan plugin cache (misalnya W3 Total Cache)
  • Kompresi gambar (misalnya dengan plugin Smush)
  • Hapus plugin-plugin yang tidak dibutuhkan
  • Pindah ke hosting yang lebih baik

13. Semai LSI Keywords Secara Natural

Kata kunci latent semantic indexing (LSI keywords) adalah sinonim-sinonim yang Google gunakan untuk menentukan relevansi dan kualitas suatu artikel. Oleh karena itu, semai atau taburkan satu atau dua kata kunci LSI di artikel Anda.

Anda bisa mencari kata kunci LSI di hasil penelusuran terkait Google atau situs sinonim (misalnya SinonimKata.com). Berikut adalah contoh kata-kata kunci LSI untuk hasil penelusuran terkait kamera DSLR terbaik.

Contoh LSI keywords

Contoh penyemaikan kata kunci LSI di artikel:

Contoh penempatan LSI keyword

Oh ya, terkait sinonim, saya akan beri contoh lain. Misalnya, kata kunci target saya adalah menghilangkan bekas jerawat. Maka, sinonimnya antara lain:

  • Mengatasi bekas jerawat
  • Meyembuhkan noda jerawat
  • Mengobati bekas jerawat

Perlu Anda ketahui, menaburkan kata kunci LSI saat menulis artikel itu susah. Solusinya adalah dengan menambahkannya saat Anda mengedit artikel. Dengan kata lain, saat menulis artikel, tulislah secara natural tanpa memedulikan kata-kata kunci LSI. Setelah itu, baru tambahkan kata kunci LSI.

14. Upayakan Densitas Kata Kunci di Bawah 1%

Densitas kata kunci adalah jumlah kata kunci target yang ada di artikel. Misalnya, panjang artikel Anda adalah 1.000 kata, dan kata kunci ditempatkan sebanyak 20 kali. Maka densitas kata kunci tersebut adalah 2% (20/1.000 x 100%).

Tentunya, densitas tersebut terlalu tinggi dan mengganggu kenyamanan membaca. Oleh sebab itu, upayakan densitas kata kunci Anda di bawah 1%. Dan, cara mengetahuinya juga mudah, yaitu melihat di skor optimasi On-Page SEO yang ada di Yoast.

Contohnya berikut ini:

Contoh densitas kata kunci target

Oh ya, saya juga sering merekrut penulis lepas di blog-blog saya yang lain. Saya selalu meminta mereka untuk memerhatikan densitas kata kunci.

Instruksi yang saya berikan terkait densitas kata kunci untuk artikel 1.000 kata biasanya seperti berikut: Tempatkan kata kunci sebanyak 5 kali secara natural, yaitu:

  • 1 kali di Pendahuluan
  • 3 kali di Bodi Artikel
  • 1 kali di Penutup

15. Gunakan Theme yang Responsif

Tahukah Anda, pada 21 April 2015 lalu Google memberi penalti situs-situs yang tidak ramah dibuka di telepon seluler (mobile unfriendly sites). Jadi, jika Anda ingin situs Anda ramah perangkat seluler dan perangkat lainnya, gunakan theme yang responsif.

Untuk mengetahui apakah blog Anda sudah responsif atau belum, Anda bisa mengeceknya sendiri di telepon seluler Anda. Atau, Anda juga bisa mengeceknya di situs pengecek responsivitas. Contohnya adalah Responsinator.

Di bawah ini contoh hasil pengecekan menggunakan situs tersebut.

Contoh theme responsif

16. Gunakan SSL

Sederhananya, Secure Socket Layer (SSL) adalah standar keamanan untuk melindungi situs web dan mengenkripsi data sehingga sulit diambil atau disadap orang lain. Ciri situs web atau blog yang memiliki SSL adalah Https di URL-nya.

Contoh https

Google juga memerhatikan keamanan suatu website. Tak heran, pada 6 Agustus 2014 lalu Google mengumumkan bahwa Https sebagai sinyal pemeringkatan hasil pencariannya. Jadi, jika Anda ingin melindungi blog Anda dan mendapat ranking yang baik di Google, Anda harus menggunakan Https.

Sedikit cerita, saya baru menggunakan Https di semua blog saya awal Februari 2018 lalu. Hal ini karena saya kesulitan mendapatkan free SSL di hosting yang saya gunakan waktu itu, yaitu HostGator.

Kalau membeli SSL di HostGator, harganya mahal yaitu $39 per tahun untuk setiap domain. Nah, jumlah blog saya dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris adalah lebih dari 20 buah. Masa saya harus mengeluarkan $780 untuk semua SSL tersebut? Tidak maulah…

Saya sudah mencoba menggunakan SSL gratis dari Cloudflare, namun HostGator menolaknya. Bagaimana kalau membeli dari penyedia SSL lain? HostGator meminta biaya pemasangan SSL sebesar $10 untuk setiap domain. Oh tidak…

Akhirnya, saya memindahkan semua blog saya ke HawkHost karena penyedia hosting tersebut memberikan SSL gratis untuk semua domain yang dihosting di sana. Plus, pemindahan semua blog saya secara gratis pula.

Cara mengubah http menjadi https juga mudah. Ketika sertifikat SSL sudah aktif, saya tinggal menginstal dan mengaktifkan plugin Really Simple SSL. Plugin tersebut lantas memberi notifikasi bahwa SSL di domain tersebut sudah aktif, dan meminta saya mengklik klik tombol Go ahead, activate SSL!

Boom! Http sudah berubah menjadi Https di semua URL. Mudah, bukan?

17. Optimasi Gambar

Anda memasukkan gambar di artikel Anda? Pastikan Anda mengoptimasi gambar tersebut sebagai bagian dari optimasi On-Page SEO. Caranya dengan menempatkan kata kunci target di teks alternatif (Altternative Text) gambar.

Biasanya saya menaruh kata kunci di satu gambar saja. Contohnya berikut ini.

Optimasi gambar

Mengapa gambar harus dioptimasi? Agar mesin pencari mendapat petunjuk dari gambar tersebut tentang apa artikel Anda.

Sebagai ilustrasi, ketika Google membaca alternatif teks mobil biru dan mobil hijau di suatu artikel, maka Google akan tahu bahwa artikel itu tentang mobil. Tentunya, ini akan membantu ranking artikel tersebut di halaman pencarian Google.

18. Tingkatkan Dwell Time

Dwell time adalah lamanya waktu yang dihabiskan seorang pengunjung di suatu website sebelum dia kembali ke halaman pencarian mesin pencari (SERP).

Secara teori, lebih lama dwell time adalah lebih baik. Mengapa? Karena hal ini menunjukkan bahwa pengunjung membaca keseluruhan isi artikel sebelum dia kembali ke mesin pencari atau melihat artikel lain di website tersebut. Dan Google tahu juga hal tersebut.

Jadi, tingkatkan dwell time blog Anda dengan menulis artikel yang panjang dan menarik sehingga pengunjung betah membaca artikel Anda.

Bagaimana cara meningkatkannya?

Ada sejumlah teknik. Contohnya adalah menambahkan pengalaman pribadi Anda. Hal ini menarik karena selain unik, pembaca juga lebih mudah dan lama mengingatnya.

Teknik lain adalah saya menerapkan pola 3W (what, why, dan how) untuk pembahasan artikel berjenis tutorial. Contohnya pola untuk pembahasan ini adalah:

  • What: Apa itu dwell time?
  • Why: Mengapa dwell time itu penting?
  • How: Bagaimana cara meningkatkan dwell time?

19. Perbaharui Artikel

Bisa saja artikel yang Anda publikasikan mengandung informasi yang kadaluarsa, tahapan yang rumit, berubah sesuai perkembangan zaman, dan sebagainya. Jadi, perbaharui artikel Anda yang seperti itu sesegera mungkin.

Mengapa? Demi memberikan informasi yang lebih baik kepada pembaca Anda.

Sebagai contoh, artikel kamera DLSR terbaik di Folder Tekno itu mengulas dan membandingkan kamera-kamera terbaik di tahun 2017.

Karena saya amati kamera-kamera tersebut masih relevan di 2018, saya hanya ubah tahunnya saja. Plus perubahan minor seperti salah ketik dan kalimat yang membingungkan.

Tentu saja, untuk tahun depan (2019), saya mesti memperbaharui lagi artikel tersebut. Pasalnya, dalam 2 tahun telah terjadi perkembangan kamera DSLR yang dicirikan dengan munculnya kamera-kamera DSLR baru.

20. Gunakan Tombol Berbagi ke Media Sosial

Sinyal sosial bukanlah bagian penting algoritma Google. Namun, shares di Facebook, Twitter, dan Google+ dapat memberi Anda peningkatan peringkat secara tidak langsung.

Untuk itu, tidak ada salahnya menggunakan tombol berbagi ke media sosial di blog Anda. Dengan kemudahan ini, siapa tahu banyak pembaca Anda yang membagikan artikel Anda. Lebih banyak share, lebih baik tentunya.

Jujur saja, saya baru menggunakan tombol berbagi media sosial di blog ini. Contohnya di bawah ini.

Contoh tombol share ke media sosial

Mengapa saya baru menggunakan tombol berbagi media sosial? Ada tiga penghalang di kepala saya untuk  menggunakan tombol tersebut.

Pertama, saya takut tombol berbagi media sosial memperlambat kecepatan blog saya. Kedua, saya malu kalau jumlah share sedikit. Terakhir, saya memang tidak peduli dengan media sosial karena saya lebih fokus mendatangkan trafik dari Google.

Namun, saya sadar bahwa sekarang ini zamannya media sosial. Jadi, saya mau tidak mau harus mendatangkan trafik dari sumber tersebut ke blog saya. Oleh karenanya, saya menggunakan plugin Sassy Social Share untuk menyediakan tombol berbagi ke media sosial di blog ini.

Penutup

Demikianlah 20 cara optimasi On-Page SEO yang perlu Anda pahami dan lakukan. Semoga membantu Anda yang ingin mendalami On-Page SEO.

Jika ada yang belum Anda pahami, silakan informasikan di bagian komentar. Saya akan menjawabnya sebaik mungkin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *